Review anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e, "cuma anime biasa saja..."

Informasi:
Inggris: Classroom of the Elite/Welcome to the Classroom of the Elite
Jepang: ようこそ実力至上主義の教室へ
Tipe: TV
Episode: 12
Status: Selesai Tayang
Tayang pada: Jul 12, 2017 to Sep 27, 2017
Premiere: Summer 2017
Broadcast: Rabu jam 23:30 (JST)
Produser: Studio Hibari, Lantis, Media Factory, AT-X, Sony Music Communications, Toranoana, Crunchyroll, Kadokawa Media House, AKABEiSOFT2
Lisensor: Funimation
Studio: Lerche
Sumber: Light novel
Genre: Slice of Life, Psikologikal, Drama, Kehidupan Sekolah
Durasi: 24 menit per episode
Rating: PG-13 - Teens 13 or older
Lagu Pembuka: "Castel Room (カーストルーム)" by ZAQ
Lagu Penutup: "Beautiful Soldier" by Minami

Apakah sebenarnya manusia itu sama derajatnya?

Anime ini sejujurnya sangat menarik dan menegangkan, kalau kalian bertanya dari prespektif saya. Serta memiiki unsur psikologis yang kritis dan diambil dari realita sosial yang sekarang-sekarang ini. Namun, sedikit perlu disayangkan kalau anime ini terjebak pada seberapa generic-nya anime bersumber dari Light Novel dengan tema sekolah dimana sang pemeran utama adalah orang yang selalu menjadi sosok karakter yang agak innocent namun disaat yang bersamaan paling beruntung, dan memiliki segudang gadis menunggunya.

Baca juga: 5 Anime yang mirip dengan Anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e

Ada beberapa hal yang sangat klise di anime namun hal-hal ini tidak miliki dibanding dengan anime Light Novel/manga lain:
- Ecchi yang berlebihan
- Pemeran utama bukanlah tipikal orang yang bakalan malu-malu kalau ketemu dengan perempuan, malah tetap biasa saja
- Pemeran utama terlalu polos, dan terlalu labil.

Hal ini membuat Classroom of the Elite memiliki kesan yang sedikit menarik dalam pembuatan konsep terhadap plotnya dan plot making-nya. Development dan pacing anime ini dapat dikatakan sedikit terburu-buru untuk fanservice yang nantinya akan diterangkan di wall ini, namun disaat yang bersamaan juga memiliki kestabilan yang cukup. Dan, mengambil dari realita sosial yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Disini anime ini sedikit beruntung kalau anime ini masuk ke tangan Lerche, apakah itu benar atau tidak? Kalau kalian bertanya kepada saya, jawabannya setengah benar setengah salah. Lerche sudah sering mengurus LN dan kali ini karakternya diubah menjadi lebih keren, ya, Ayanokouji menjadi lebih keren dan badass di anime-nya dibandingkan di light novel yang setengah-setengah.
Sepertinya mereka lebih memilih sisi dinginnya dibandingkan dengan sisi ramahnya. Dimana semua hanya dianggap sebagai objek untuk meraih tujuannya. Dan, dia tampak jauh lebih siap dan pintar di anime kebanding di light novel dan Lerche tampak memaksimalkan ke-overpower-an sang pemeran utama.

Namun, sisi salahnya terdapat pada pemakaian heroine, seolah terlalu berpusat pada Horikita Suzune, memang sudah menjadi rahasia umum kalau sang sutradara yang mengurus anime ini lebih condong ke Suzune kebanding gadis lain, sampai screen time dan semua skenario seolah dialah yang paling sering membantu dan memang chemistry-nya lebih terlihat. Namun, mereka melupakan Kei Karuizawa yang justru adalah heroine sesungguhnya kalau kalian membaca light novel-nya dengan teliti. Dan, di light novel sendiri sudah tidak ada harapan kalau Suzune akan mendekati sang MC.
Kedua hal tersebut inilah yang membuat karakterisasi anime ini terkesan 'Bermata dua', disatu sisi karakter Ayanokouji menjadi 'unik' dengan caranya sendiri, tidak begitu meniru Houtarou Oreki dari Hyouka maupun Hachiman Kirigaya dari Oregairu(SNAFFU). Namun, karakterisasi beberapa karakter menjadi rusak karena hal ini, well, beberapa karakter menjadi tidak mendapat peran yang seharusnya yang diambil dari LN.

Kalau disimpulkan, Lerche tampaknya 50% berhasil dalam membuat Classroom of the Elite menjadi anime yang bagus, 50% lagi ane tidak begitu yakin karena adanya beberapa karakter yang dipinggirkan, padahal, mereka juga memiliki peran, bahkan diatasnya Horikita untuk salah satu dari mereka. Salah satu penyebab saya mengatakan 50% yang tidak saya yakinkan ini adalah karena fanservice sebanyak 2 episode dari 12 episode yang disajikan di anime ini terkesan membuang episode saja. Is your director drunken when he was working for this anime?(Lerche? Apakah sutradaramu mabuk ketika dia sedang mengerjakan anime ini?)
Satu hal lagi, dengan poin, kalian bisa beli apa saja, apalagi kalau kalian adalah orang kaya point, wow... Well, tapi bisa menyebabkan kecurangan, siapa yang mau? Konsepnya cukup unik, ada yang menggunakan poin juga, cuman dalam fungsi yang berbeda, yakni Baka to Test bagi yang mengingat. Dan, ini juga yang membuat anime ini sedikit lebih memiliki kesan 'unik' di dalamnya.

Dan pertanyaan berteori yang ada di atas sepertinya bisa dikatakan kalau memang terjawab dengan apa yang anime ini sajikan di keseluruhan animenya, dimana kelas A berisikan dengan orang pintar dan kelas D diisi dengan 'Sekumpulan orang buangan(Loser dalam bahasa Inggris)' serta plot twist yang terjadi di beberapa episode membuat plot anime ini sangat menarik, well, ya, kalau seandainya tidak ada episode dimana sekumpulan mesum membawa kamera ke kamar wanita.

Berlanjut dengan seberapa generic-nya anime ini, pemeran utama tetap mendapatkan harem-nya karena dia menyelamatkan atau kebetulan mendekati si gadis, ya tipe generic yang sering kita lihat di anime-anime school-harem lain seperti, Highschool DxD dimana MC menyelamatkan para gadis dari apapun yang mereka tidak inginkan, atau mungkin Masou Gakuen HxH dengan para gadis yang kebetulan dengan cepat kehabisan energi dan sang MC hadir untuk 'menyelamatkan' para gadis, dan sebagainya, atau mungkin Rakudai Kishi dimana sang MC yang secara 'tidak sengaja'(Kebetulan) melihat si heroine sedang ganti baju, begitu pula dengan Gakusen Toshi, dan lain sebagainya.
Disisi produksinya, anime ini menyajikan grafis yang cukup memuaskan, ditambah dengan shading dan detailnya yang oke. dan bisa dikatakan animasinya juga tak kalah memuaskan. Namun, tampaknya budget mereka sedikit dibuang hanya untuk 'menarik mata para lelaki' dengan fanservice yang mereka berikan pada anime ini, entah apalah itu.

Untuk kualitas suara, mungkin anime ini memiliki BGM yang khas dan membuat anime ini memiliki kesan yang unik. OP dan ED juga memiliki kelebihannya masing-masing dan justru ketika mereka sedikit boros di grafik hanya untuk 'menarik perhatian para pria' namun bagian suaranya memiliki kelebihannya sendiri. Para sieyuu tampaknya memberikan akting suara yang bagus, walaupun Seiyuu Ayanokouji terkesan monoton

Kalau bisa dikatakan, anime ini tidak begitu sukses, namun tidak begitu buruk disaat yang bersamaan, anime ini memiliki konsep yang cukup unik dan anime ini memiliki suara dan grafik yang sedikit diatas kata luar biasa, dan anime ini memiliki karakterisasi yang lumayan memuaskan. Namun, fanservice dua episode dan karakterisasi yang terlalu memberatkan pada satu sisi ini juga menghancurkan bagusnya anime ini.

Jika saja Lerche tidak memusatkan semua jasa para gadisnya hanya untuk Suzune dan menambah 2 episode fanservice, anime ini akan menjadi anime yang sangat baik, sayangnya, itu tidak terjadi dan anime ini hanya seperti anime biasa ke anime bagus yang hanya sekedar menebeng lewat di season ini.

Kelebihan:
+ Konsep Plot yang unik
+ Karakterisasi yang lumayan
+ Grafis yang oke
+ Say goodbye to some of the anime cliche
+ Permainan suara(SFX, BGM, OST, dan Seiyuu) semuanya bagus
+ Chemistry dan interaksi antar karakter yang oke dari anime ini
+ Plot Twist yang terjadi tanpa bisa diprediksi para penonton yang tidak baca LNnya

Kekurangan:
- 2 episode fanservice
- Terlalu fokus kepada Horikita
- Konsep yang bagus tanpa aplikasi yang begitu signifikan.

1 comment:

  1. Youkoso masih mending 50% bagian LN-nya asli hasil adaptasi.
    Ane lebih kasihan sama Chunibyo, parah tuh banyak banget perubahan dari LN aslinya :'v

    ReplyDelete